Kamis, 30 Oktober 2008

KITA HANYALAH SEORANG PEMECAH BATU PERTENGAHAN...


29 Desember 2005

19.00 wita

Masjid Khairun Nisaa’

Hari ini sebuah pembelajaran berharga telah kudapat. Ketika seorang akhwat senior yang begitu selalu tampak tegar dan bijak dalam menyikapi segala persoalan hidup dan da’wah…, malam ini ia duduk di hadapanku… dengan tetesan air mata… Bibirnya begitu terasa berat menumpahkan isi hatinya. Ia seolah ingin berteriak memuntahkan kepenatannya… Sebuah realita yang tak pernah disangkanya tampak menghampiri dirinya…

Dalam cucuran tetes demi tetes air matanya ia berkata “Kita bukanlah pemecah batu yang pertama… Kita hanyalah seorang pemecah batu pertengahan…”

Sebuah ungkapan yang sarat dengan makna. Membuat otakku cukup berpikir dalam. Membuat hatiku menyelami jauh ke relungnya. Ungkapan itu memang benar… Kita yang disebut sebagai seorang aktivis da’wah… kita yang mengaku sebagai seorang Murobbi, memang bukanlah orang pertama yang harus memecahkan batu kejahiliyahan. Kita bukanlan seorang ahli yang harus selalu berhasil memecahkan berbagai jenis karakter batu yang beraneka ragam… Kita tidak diharuskan untuk selalu berhasil… Karena Allah…Sang Pemilik alam semesta tidaklah menilai hasil… melainkan Ia menilai proses dari segala daya dan upaya hambaNya… Allah tidak pernah mengharuskan kita untuk selalu sukses memecahkan batu-batu rintangan… Sekali lagi… tidak…!

Kita hanyalah seorang pemecah batu pertengahan… yang berusaha melanjutkan perjuangan para perintis terdahulu… Namun… kita juga bukanlan pemecah batu yang terakhir… Kalaupun pada hari ini batu itu tak kunjung mampu kita pecahkan…, insyaAllah batu itu akan pecah oleh tangan-tangan para pemecah batu selanjutnya… Itulah perumpamaan bagi seorang da’i dan da’iyah… Karena seorang da’i ataupun da’iyah tak akan pernah bisa TERGANTIKAN… namun kerja-kerja mereka bisa DITERUSKAN…!

(Wallahu a’lam bishowab)


Tidak ada komentar:

Template Design by SkinCorner