Kamis, 30 Oktober 2008

Membangun (miniatur) Peradaban...



Dulu… Ana merasa begitu malu, tersinggung, dan seolah tertampar-tampar ketika berbicara ataupun mendengarkan materi tentang membangun peradaban... Ya... peradaban... tepatnya membangun peradaban Islam... Sebab membangun peradaban itu butuh tahapan-tahapan...

Ana berpikir... bagaimana mungkin akan menuju ke tangga membangun peradaban... jika hingga di umur ana yang ke-23, ana masih juga berada di tahap pertama... tak kunjung berpindah ke tahap ke-2 yang katanya cukup berat... yaitu tahap membangun keluarga muslim...

Alhamdulillah... setelah sekian lama... rupanya Allah ingin menguji kesiapan dan kesabaran ana... hingga pada saat yang tepat, Allah menjawab doa ana selama ini... dengan mengirimkan seorang Mujahid yang selama ini telah Allah tempa dan siap menjemput ana untuk berjuang bersama...

Subhanallah... Allahu akbar... Rupanya dialah mujahid itu... ^_^

Hmmm... betapa beruntungnya ana...

***

>Kata seorang ustadz, kehidupan ini harus dimaknai sebagai sebuah pertempuran... Setiap momentum adalah pertempuran...

Pemaknaan tersebut akan membuat kita semakin terpacu untuk selalu siap siaga, pantang menyerah dan terus berjuang... Sebab hanya para pejuanglah yang memenangkan setiap pertempuran... Meskipun kemenangan itu tak selalu berupa kemenangan fisik dan sifatnya visible (tampak)...

Apa dan bagaimana pun kondisinya, seorang kader da’wah harus siap mengemban amanah yang tersulit sekalipun... Apalagi ketika ia telah menikah... Sebab kekuatan yang dimikinya semakin bertambah besar akibat penyatuan dua kekuatan besar... Bukankah menikah adalah bagian dari da’wah.... Maka sudah seharusnya pernikahan itu memperkuat da’wah... bukan justru melemahkan da’wah...

Pernikahan bukanlah akhir sebuah tujuan... melainkan awal dari sebuah perjuangan yang lebih besar...yang membutuhkan pengorbanan dan kontribusi yang lebih besar... yaitu perjuangan membangun peradaban Islam...

***

Berikut adalah sebuah kisah yang cukup menginspirasi ana tentang perjuangan seorang sahabiyah yang menikah dalam kondisi peperangan... Sosok yang tepat untuk dijadikan qudwah bagi para mujahidah... Kisah Ummu Hakim r.ha. dan pertempuran...

Ummu Hakim binti Harits r.ha. adalah istri Ikrimah bin Abu Jahal. Ketika perang Uhud berlangsung, ia ikut serta dalam peperangan tersebut dan berada di pihak orang kafir. Ia masuk Islam ketika peristiwa Fathu Makkah Mukarramah. Ia sangat mencintai suaminya, tetapi suaminya sangat terpengaruh oleh ayahnya sehingga ia enggan masuk Islam dan lari ke Yaman. Kemudian Ummu Hakim r.ha. meminta perlindungan bagi suaminya kepada Rasulullah saw, dan ia sendiri pergi ke Yaman. Dengan susah payah ia membujuk suaminya agar mau masuk Islam. Ia berkata, ”Saya menjaminmu bahwa engkau akan selamat dari pedang Rasulullah saw. Saya telah meminta perlindungan dari Rasulullah saw. Ikutlah ke Madinah bersama saya.” Akhirnya ia pun kembali ke Madinah dan masuk Islam, dan hidup sebagai suami istri dengan senang.

Pada masa Khalifah Abu bakar ra., ketika kaum muslimin bertempur melawan Romawi, Ikrimah ra mati syahid. Kemudian Ummu Hakim menikah dengan Khalid bin Sa’id ra. Pada hari perkawinannya, di suatu tempat bernama Marjul Shafar, suaminya ingin beristirahat dengannya. Ummu Hakim menjawab, ”Kita sekarang sedang diserang oleh musuh, sebaiknya kita menghabisi mereka terlebih dahulu.”

Jawab suaminya, ”Saya meyakini kesyahidan saya dalam pertempuran ini.” Istrinya terdiam, dan akhirnya mereka beristirahat di sebuah kemah. Keesokan harinya ketika sedang berlangsung walimah, tentara Romawi datang menyerang. Suaminya segera terjun ke dalam pertempuran itu sampai ke Ghamsan, dan akhirnya ia mati syahid.

Ummu hakim r.ha. menggulung kemahnya. Di tempat itulah tadi malam ia bersama suaminya. Ia mengumpulkan semua barang-barangnya, kemudian mengambil sebuah patok kemah, dan maju ke medan pertempuran. Akhirnya ia berhasil membunuh tujuh orang musuh dengan tangannya sendiri. Allahu Akbar !!!

***

Pada zaman sekarang, adakah wanita ataupun laki-laki yang siap untuk menikah dalam keadaan pertempuran semacam itu?? Seandainya pun ada wanita yang sedang menikmati pernikahan kemudian suaminya mendadak mati syahid, mungkin ia akan menangis dan berkabung entah berapa hari lamanya... Namun shabiyah bernama Ummu Hakim r.ha. ini justru ia sendirilah yang menggantikan untuk maju bertempur hingga berhasil membunuh tujuh orang musuh dengan tangannya...

Wallahu a’lam...

***

Mujahidku...
Genggam tanganku dan kuatkan kesabaranmu...
Sungguh...
Adakah ikatan yang lebih indah dari ikatan pernikahan...
Yang dengannya kita mampu menembus arasyNya...
Yang dengannya kita satukan kekuatan...
Menapaki jalan da’wah yang semakin berat...
Bahu-membahu membangun miniatur peradaban Islam...

Maka katakanlah pada musuh-musuh Islam...
Waspadalah kalian...
Sebab satu lagi bangunan keluarga MUSLIM telah dibangun...
Dan esok akan menyusul ribuan bangunan kokoh lainnya...
Menjemput janji Allah...
Menjadikan Islam sebagai guru peradaban dunia...
Semoga Allah memberkahi…
Semoga Allah meridhoi…

***

Special for my lovely husband…
Even u’re so far from me…
Thanks for ur support…

Keep smile…
Keep fight…
‘n keep HAMASAH, my mojaheed!!!
Ana uhibbukafillah… ^_^

1 komentar:

naw!r gan! mengatakan...

mantap mentong....

Template Design by SkinCorner