Kamis, 30 Oktober 2008

Planning (Belajar dari Hijrah Rasulullah saw)


“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

(QS An-Nisaa' : 100)


***

Jika yang disebut dengan planning- yang secara istilah- merupakan produk modern, namun secara makna dan akarnya telah sejak lama ada bersama dengan kehidupan manusia dan kehidupan masyarakat sejak manusia ada di muka bumi ini.


Sesungguhnya sirah Rasulullah adalah sebuah cahaya yang sangat cemerlang dalam semua kehidupan, dan kita saksikan dari perjalanan hidupnya yang demikian harum, sisi-sisi perencanaan dan manajemen yang rapi, serta pengorganisasian yang cermat dalam semua fase dakwahnya.


Jika kita melihat pada peristiwa hijraturrasul, kita dapatkan bahwa Rasulullah telah meletakkan sebuah perencanaan yang sangat matang.

***

Penetapan Tujuan

Rasulullah telah menetapkan tujuan hijrahnya, yakni berusaha agar kepergian beliau dengan para sahabatnya dari Mekkah ke Madinah dapat berjalan dengan aman, untuk kemudian menebarkan dakwah Islam di sebuah lingkungan baru yang sejak lama telah menunggu-nunggu datangnya risalah Tuhan semesta alam, serta membela kaum muslimin dan mencegah semua bentuk siksaan pada mereka.


Penyusunan Sarana dan Pemilihan Tempat

Ketika Allah mewahyukan pada Nabi-Nya untuk berhijrah, maka sarana dan jalan untuk merealisasikannya adalah dengan perencanaan dan pengaturan untuk menjamin kesuksesan tersebut. Sebelum hijrah, Rasulullah memprediksi dan memilih tempat yang tepat yaitu Madinah, disebabkan beberapa alasan :

  1. Dengan hijrah ke Madinah, Rasulullah dapat melakukan hubungan silaturrahim dengan para kerabat, Bani Najjar, yang tak lain adalah paman-paman kakeknya Abdul Muththalib dari kabilah Aus dan Khazraj

  2. Posisi strategis ekonomi Madinah, dimana kota ini dikenal dengan kekayaannya berupa air, tanaman, dan barang-barang perniagaan

  3. Terjaga kuat dengan benteng, dan dia memiliki otoritas yang dipegang oleh orang Aus dan Khazraj

  4. Perdagangan di Mekkah melalui kota ini untuk menuju ke Syam, karena sangat strategis

  5. Penduduknya banyak bergaul denganAhli Kitab dan banyak mendengar dari mereka, sehingga membuat mereka lebih cepat merespon panggilan dakwah yang baru ini.


Pra-kondisi (Persiapan Hijrah)

  1. Baiat Aqabah Perama

    Ini adalah sebaik-baik implementasi hijrah. Aqabah adalah sebuah tempat tinggi di timur Mekkah di sisi kiri jalan bagi yang menuju Mina dari Mekkah. Pada Aqabah pertama, Rasulullah membaiat enam orang yang keseluruhannya berasal dari Khazraj. Rasulullah mendakwahi mereka dan mereka merespon dengan baik. Kemudian mereka kembali ke Madinah dan menyebarkannya hingga tidak ada lagi satu rumah pun dari kalangan Anshar kecuali di sana disebutkan nama Rasulullah.

  2. Baiat Aqabah Kedua

    Ketika musim haji tiba, datanglah dua belas orang lelaki dari Madinah dari kabilah Khazraj, dan di antara mereka ada enam orang yang telah hadir dan berbaiat pada Rasulullah pada Baiat Aqabah pertama, dan dua diantaranya berasal dari Kabilah Aus. Mereka berbaiat kepada Rasulullah untuk mendengar dan taat (atas syari'at yang dibawa). Kemudian Rasulullah mengirimkan utusan ke Madinah yaitu Ibnu Maktum dan Mush'ab bin Umair untuk mengajarkan Al Qur'an kepada mereka dan memahamkan agama Islam kepada mereka, hingga banyak penduduk Madinah yang masuk Islam di tangan Mush'ab bin Umair, yang kemudian dikenal dengan masa Fath Madinah.

  3. Baiat aqabah Kubra (Ketiga)

    Pada tahun ke tiga musim haji, didatangkan beberapa delegasi dari Madinah yang berjumlah 73 lelaki dan 2orang perempuan, di antara mereka ada 11 orang dari Bani Aus.


Peristiwa tiga Baiat ini menunjukkan beberapa hal, yaitu :

  • Bentuk perencanaan yang sangat rapi

  • Keberhasilan fase ini, dianggap sebagai sebuah persiapan awal untuk hijrah.

  • Tepatnya pemilihan waktu yang sangat cermat untuk melakukan kesepakatan, yakni musim haji, sehingga tidak menimbulkan perhatian dari kalangan musyrikin yang selama ini senantiasa mengintai.

  • Tepatnya pemilihan waktu kesepakatan untuk berjumpa, dimana kesepakatan berjumpa dilakukan pada sepertiga malam terakhir sehingga bisa menghindari segala kemungkinan adanya beberapa hambatan yang mungkin terjadi dari kalangan musyrikin. Pemilihan semacam ini mampu memberikan bantuan bagi suksesnya rencana yang dicanangkan.

  • Nabi pada saat baiat Aqabah ketiga mengatur para delegasi dari kalangan Aus dan Khazraj, dimana dibentuk dari tujuh puluh orang yang ada, menjadi 12 kelompok. 9 kelompok dari Khazraj dan 3 dari Aus. Semua ini menunjukkan pada jauhnya pandangan Rasulullah dan kemampuannya dalam mengatur dan menyusun potensi.

  • Kita perhatikan adanya perhatian terhadap stratehi bertahap dalam menerapkan rencana. Ini menunjukkan pada cerdasnya orang yang merencanakan. Juga adanya perhatian terhadap kesesuaian tuntutan kondisi, serta sunnah yang bertahap dalam mencapai tujuan dan target.

  • Memperhatikan pada semua kondisi yang berada di sekitar mereka, dan membuat sarana-sarana yang cocok.


Peristiwa hijraturrasul memuat unsur perencanaan yang demikian detil dan tepat, meliputi hal-hal berikut :

  • Keluarnya kaum muslimin ke Madinah dengan cara berpencar-pencar dan tidak bersamaan

  • Komitmen dengan dilakukan secara rahasia

  • Kesabaran demi membela akidah dan agama

  • Hijrah para sahabat merupakan pembuka hijrah Nabi Muhammad saw


Berhasilnya perjalanan hijrah Rasulullah karena dilakukannya studi yang sangat cukup, dimana tak ada satu celah pun yang bisa dimasuki oleh musuh. Semua itu tidak dilakukan secara kebetulan. Perjalanan yang sangat mengejutkan ini berlangsung, sebagai sebuah perjalanan yang tidak pernah ada yang lebih berbahaya darinya dalam sejarah, meniti kebenaran yang dilakukan dengan cara sangat rahasia.


Tidak diragukan lagi bahwa cara rahasia dalam menggambarkan rencana-rencana ini merupakan salah satu bentuk dari terjaminnya keberhasilan yang akan dicapai. Semua tindak kehati-hatian telah dilakukan secara optimal, dengan cara mengambil jalan yang tidak biasa dilalui oleh masyarakat waktu itu, disertai dengan meminta bantuan pada seorang yang sangat mengerti tentang lika-liku jalan padang sahara dan jalan di lembah-lembah. Walaupun orang yang dimintai bantuan tadi adalah seorang musyrik, sepanjang dia memiliki keahlian, dan bisa dipercaya untuk melakukan rencana besar itu.


Selain persiapan-persiapan matang tersebut, Rasulullah juga memilih orang-orang yang memiliki kecerdasan tinggi yang mampu memberikan bantuan dan menjalankan rencana hijrah. Rasulullah menempatkan setiap orang sesuai dengan kemampuan kerjanya.

  • Ali memainkan perannya yang sesuai, dimana ia tidur di atas kasur Rasulullah. Rencana ini telah berhasil merealisasikan tujuannya. Saat Rasulullah keluar rumahnya, pandangan orang-orang musyrik masih fokus pada tempat tidur Rasulullah. Rasulullah menjalankan rencananya dengan sebaik-baiknya dan memberi wasiat pada Ali untuk mengembalikan barang-barang titipan kepada para pemiliknya.

  • Abdullah bin Abu Bakar melakukan tugasnya sebagai orang yang mengumpulkan informasi dan memperhatikan gerak-gerik musuh

  • Asma' binti Abu Bakar melakukan tugasnya sebagai pembawa perbekalan dari Mekkah ke gua di tengah-tengah kegilaan orang-orang musyrikin dalam mencari Rasulullah untuk mereka bunuh

  • Amir bin Fuhairah sang gembala, melakukan tugasnya untuk menutupi jejak perjalanan bersejarah ini dengan kaki=kaki dombanya agar orang-orang Quraisy tidak bisa melacaknya. Dia juga memberi Rasulullah dan sahabatnya daging dan susu.

  • Abdullah bin Urayqath, melakukan tugasnya sebagai penunjuk jalan yang sangat dipercaya, pakar padang sahara, yang menunggu dengan penuh awas pada isyarat Rasululah untuk berangkat ke Madinah dari gua itu.

Inilah proses perencanaan yang dilakukan dengan penuh ketelitian, kehati-hatian, dan dengan cara yang sangat bijaksana. Rasulullah menempatkan setiap orang pada tempatnya yang sesuai dengan keahliannya, yang mampu menutupi semua celah, dan ini adalah sebuah langkah yang sangat cermat untuk memenuhi tuntutan perjalanan. Rasulullah melakukan ini dengan sebab-sebab yang masuk akal dan alasan kuat sesuai dengan kemampuannya yang disertai dengan ketawakkalannya kepada Allah dan menyerahkan seluruh urusannya pada-Nya.

***

Sesungguhnya perencanaan Rasulullah dalam melakukan hijrah nabawi yang penuh berkah ini merupakan sebuah petunjuk yang sangat jelas, bahwa perencanaan itu sangatlah penting dalam melakukan aktivitas apa saja, baik bersifat individu atau jamaah, dan baik dalam menghadapi urusan-urusan individu atau demi sebuah urusan peperangan.


Sesungguhnya perencanaan adalah fitrah yang Allah lekatkan pada setiap manusia. Oleh sebab itulah, Rasulullah mempergunakan perencanaan ini pada setiap fase dakwahnya, dengan keyakinan bahwa perencanaan adalah salah satu asas dari asas-asas yang mengantarkan pada kesuksesan suatu kerja apa pun kerja itu, dan dengannya maksud yang diinginkan akan tercapai, dan dia adalah pusat dimana agama ini berdiri tegak di atasnya.


Oleh sebab itulah, Islam menyerukan kepada kita untuk menggunakannya dan menjadikannya sebagai sistem dalam kehidupan kaum muslimin, karena dia sangat dibutuhkan dan sebagai sesuatu yang tudak boleh tidak harus ada. Dan ini sangat sesuai dengan pemahaman yang benar dan lurus terhadap makna tawakkal kepada Allah dan keimanan terhadap takdir.

***

Tujuan yang besar hendaknya dibagi dalam target-target yang bertahap, kemudian ditetapkanlah garis haluan pada setiap fase. Juga hendaknya ditetapkan sarana-sarana yang dibutuhkan, kemudian pelaksanaannya hendaknya selalu dikontrol dan dievaluasi. demikian selanjutnya.


Perhatian pada asas-asas dan kaidah-kaidah perncanaan serta melakukannya dengan sebaik-baiknya dalam kehidupan sesuai dengan pandangan Islam yang benar, merupakan salah satu sebab yang sangat penting demi teralisasikannya kejayaan agama Allah...



The point is "Muslim harus CERDAS !!!"
Secerdas Rasulullah... semoga...
Maka...
Tiada hari tanpa BELAJAR...
BELAJAR... dan BELAJAR...

Sebab Rasulullah telah mengajarkan...


Diramu dari beberapa Maraji' :

  • Sirah Nabawiyah oleh Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfury
  • Fikih Kemenangan dan Kejayaan Meretas Jalan Kebangkitan Umat Islam oleh Dr. Ali Muhammad Ash-Shalabi


Tidak ada komentar:

Template Design by SkinCorner