Kamis, 30 Oktober 2008

PUISI CINTA (2)


SEBONGKAH PERTOLONGAN

Rentetan ketakutan saat terjaga

Terjaga dari lelap tak disengaja

Gumpalan sesak itu begitu terasa

Terasa ingin kutumpahkan lewat air mata

Ribuan penyesalan menghakimi

Berharap ini hanya sebuah mimpi

Keengganan bangkit pun menghampiri

Meski “seruan” telah menanti

Kupejamkan sejenak jendela duniaku

Kugali dalam gundah itu

Kuselami relung sang kalbu

Mencari segenggam mutiara biru

Kutarik dalam sepotong napas

Berhembus istighfar kulepas

Bangkitkan ghirah mengubur malas

Berdoa “waktu” bermakna tuntas

Kucoba ayunkan langkah

Bulatkan tekad semangat meruah

Menyimpan segudang gundah

Kalahkan air mata yang nyaris tumpah

Namun sejenak tersentak dada

Sebongkah pertolongan-Nya luapkan duka

Tak terasa gumpalan takut pun sirna

Bisikan syukurku padanya mengharu dara

Tersadar imaji saat “seruan” kedua menggema

Haru ria serasa ingin

Kucurahkan pada-Nya

Saat sujud menghamba

Tak sadar alirkan tetesan air mata

Tidak ada komentar:

Template Design by SkinCorner