Kamis, 30 Oktober 2008

SEMPURNAKAN JIDDIYAHMU...

19 Ramadhan 1428 H

Dalam perang Uhud, Abdullah bin Jahsy ra berkata kepada Sa’ad bin Abi Waqqash ra, “Hai Sa’ad, mari kita berdoa bersama”.

Hal ini dimaksudkan agar setiap orang berdoa agar keinginannya terkabul dan doa tersebut diamini oleh temannya. Sebab doa seperti ini lebih cepat dikabulkan. Lalu pergilah kedua sahabat tersebut ke sudut kemudian berdoa.

Sa’ad ra berdoa, “Ya Allah… jika besok kami bertempur, maka hadapkanlah kepadaku musuh yang berani, yang menyerang saya dengan hebat, lalu saya melawannya dengan hebat pula. Lalu karuniakanlah kepadaku kemenangan, membunuh mereka di jalan-Mu…”

Abdullah ra mengamini doa sahabatnya.

Kemudian Abdullah bin Jahsy ra berdoa, “Ya Allah jika besok kami bertempur, hadapkanlah kepadaku musuh yang kuat, dan berikanlah saya keberanian untuk melawannya. Kemudian ya Allah, syahidkanlah saya dalam keadaan hidung dan telinga terpotong… sehingga pada hari kiamat nanti, ketika di hadapan Rasulullah saw, Engkau akan bertanya “Hai Abdullah, mengapa hidung dan telingamu terpotong?” Maka saya akan menjawab “Ya Allah, hidung dan telinga saya telah terpotong untuk berjuang di jalan-Mu dan di jalan Rasul-Mu…” Dan Engkau akan berkata “Benar, semuanya telah terpotong di jaan-Ku.”

Sa’ad ra berkata, “Amiin…”

Keesokan harinya terjadilah pertempuran sengit, dan doa keduanya telah dikabulkan Allah swt, persis seperti yang mereka minta.

***

Itulah kisah yang menunjukkan sempurnanya keberanian para sahabat ra. Jiddiyah mereka terlihat dari keinginan mereka untuk bertemu dengan musuh Allah yang hebat. Mereka juga telah menunjukkan kecintaan yang sempurna di jalan Allah sehingga mereka ingin agar tubuhnya terpotong-potong fi sablillah. Mereka berharap, ketika ditanya nantinya oleh Allah pada hari kiamat "Mengapa kamu melakukan semua ini?", mereka ingin menjawab "Semua ini semata-mata untukmu, ya Allah..."

Tidak ada komentar:

Template Design by SkinCorner