Kamis, 30 Oktober 2008

TELAGA ENERGI


Di sela lantunan ayat suci-Nya
Di tengah rintihan hati atas gelimang dosa
Di antara pengharapan atas maghfirah dan ridho-Nya
Di tengah malam yg menggetarkan hati atas ketajaman penglihatan-Nya dari niat dibalik goresan pena
Kucoba menuang pikiran dan rasa dalam ‘gelas kaca’ cinta-Nya ‘tuk menjawab hausnya asa dalam jiwa
***

Ana bukanlah seorang da’iyah yang sempurna apalagi luar biasa…
Bahkan referensi taujih ana masih sangat jauh di bawah antum wa antunna yang siang dan malamnya diserahkan sepenuhnya untuk berjuang di jalan Allah...
Namun sudah menjadi kewajiban ana sebagai seorang MUSLIM untuk saling mengingatkan dalam kebaikan terhadap sesama saudara seiman...
Bahkan sesungguhnya taujih ini lebih pantas tertuju untuk ana yang begitu sering terlupa...
Sungguh kalaupun ada pandangan baik atas diri ana, itu hanyalah karena rahmat-Nya yang telah menutupkan aib2 ana dihadapan hamba2-Nya...

***
Bahwa sudah menjadi fitrah bagi seorang da’i dan da’iyah untuk mengemban amanah yang kian berat dari waktu ke waktu... Sebagaimana Imam Syahid Syaikh Hasan Al-Banna pernah mengatakan bahwa ”Beban amanah da’wah jauh lebih banyak dari kekuatan yang kita miliki...bahkan beban da’wah itu akan mematahkan tulang2 punggung kita... Maka jangan pernah berharap amanah tersebut akan berkurang...tapi berdo’alah semoga Allah menguatkan pundak2 kita untuk mengemban amanah yang kian berat...”

Ketika amanah yang kita emban itu kian bertambah...dan kelelahan demi kelelahan terasa begitu panjang...maka akan sangat banyak energi yang kita butuhkan. Ketika itu, penat dan lelah akan menguras habis pundi2 energi kita...
Maka sungguh sudah menjadi KEHARUSAN bagi seorang aktivis da’wah untuk meningkatkan suplai energinya... Dan dimanakah kita akan memperoleh ”telaga2 energi” untuk mengisinya kembali???
Itulah tilawah kita... itulah dzikir ma’tsurat kita... itulah shalat sunnah rawatib kita... itulah shalat dhuha kita... itulah qiyamullail kita... Itulah shoum sunnah kita... Di sanalah telaga2 tempat menggayung energi sebanyak mungkin bagi ruh kita...

***
Jangan pernah berharap kita akan meraih keberhasilan demi keberhasilan da’wah manakala untuk shalat dhuha pun kita begitu berat...
Jangan pernah berharap kita akan meraih keberhasilan demi keberhasilan da’wah manakala tilawah Qur’an 1 juz perhari pun begitu berat untuk menjadi azzam dalam diri kita...
Jangan pernah berharap kita akan meraih keberhasilan demi keberhasilan da’wah manakala qiyamullail kita tak kunjung mengalami peningkatan...
Jangan pernah berharap kita akan meraih keberhasilan demi keberhasilan da’wah manakala kata ”istighfar” begitu berat terucap saat setitik sombong, ujub, dan riya singgah di hati kita...

Sesekali kita memang butuh untuk mencambuk hati kita dengan pernyataan-pernyataan itu... Bahkan jika perlu di setiap derap langkah kita yang kian terasa berat digerakkan ...
Atau di setiap desahan napas kita yang semakin tergopoh2 karena kelelahan...
Atau di setiap tetesan air mata kita yang hampir memutuskan asa karena kecewa dan lelahnya raga...
Atau bahkan ketika tetesan darah tumpah dari jasad yang hampir menciutkan nyali kita untuk tetap menggenggam azzam berjihad di jalan-Nya...

***
Teringat akan kisah sahabat...
Di tengah peperangan jihad fisabilillah yang berlangsung selama berhari-hari tanpa henti... Kelelahan pun mencapai puncak hingga kekuatan dan energi terasa tak bersisa untuk meneruskan peperangan...
Namun mereka tak lantas menanggalkan asa... Mereka tak lantas mengeluh dengan sesamanya... Sebab KEIMANAN atas janji Allah telah tertancap teramat dalamnya di jiwa mereka... Bahwa pertolongan akan datang bagi orang2 yang menolong di jalan-Nya...
Di tengah malam dalam lelahnya... Seorang sahabat menyinggahi ”telaga energi” bersujud seraya memasrahkan diri tanda tawakkal pada Rabbnya ...mengadu hanya pada-Nya... Berdo’a harap diberikan KEKUATAN dari Sang Pemilik Kekuatan...
Dan seketika mereka tertidur sekejap namun ternyata mampu mengembalikan energi mereka seolah lelah itu tak pernah menghinggapi mereka...
Itulah jawaban atas janji Allah bagi para prajurit-prajurit-Nya....

***

Teruntuk saudara-saudariku... para mujahid dan mujahidah yang langkahnya kakinya tak pernah mundur menyusuri panjangnya jalan da’wah...
Yang lisannya tak pernah lelah menyeru di jalan-Nya...
Yang matanya selalu basah ketika sujud pada-Nya...
Yang pikirannya tak pernah berhenti tercurah tuk memikirkan ummat dan senantiasa berhusnudzon pada saudaranya...
Yang senantiasa menjaga ukhuwah bermutiarakan itsar dan adab mengedepankan tabayyun daripada prasangka...
Yang azzamnya tak pernah dibiarkan surut sekejap pun jua...
Yang hatinya senantiasa dijaga demi kemurnian niat atas ridho-Nya...

Berbahagialah atas PILIHAN untuk meniti jalan ini...
Sebab ALLAH MAHA MENEPATI JANJI....

Seorang ustadz pernah mengatakan bahwa :
”Cara yang paling ringan untuk mewakafkan diri di jalan Allah adalah dengan MENINGKATKAN KUALITAS DIRI”
(Allahu a’lam bishowab)
***

Yaa Rabb...
Tancapkanlah keistiqomahan di hatiku...
Jangan biarkan kecintaanku padaMu dikalahkan oleh dunia walau seberat zarrah pun...
Jadikanlah lelah sebagai nikmat bagiku...
Tawadhu’ jadi penghias jiwaku...
Jadikanlah semangat jihad selalu membara di hatiku...
Wafatkanlah aku dalam keadaan husnul khatimah...
Jadikanlah aku syahidah di jalanMu...
Kumpulkanlah aku bersama para syuhada dalam majelis di jannahMu...
Amiin
(By : mitha_farma)

Tidak ada komentar:

Template Design by SkinCorner