Kamis, 30 Oktober 2008

Tentang Mujahidah Farma…


Sungguh…
Ia lebih suka apabila seorang ikhwan benci atau takut padanya karena dianggap keras dan sangarnya wajahnya…
Dibandingkan ia harus menjadi fitnah bagi mereka akibat senyumannya…
Dibandingkan ia harus menjadi penyebab kemaksiatan di hati saudara-saudaranya akibat terlalu lembutnya suaranya…
Dibandingkan ia harus menjadi penyebab futurnya mereka karena kecerobohan dan kelalaiannya dalam menjaga izzah sebagai seorang muslimah…


***
Afwan…
Itulah prinsipnya…
Mungkin caramu dan caranya berbeda…
Sebab pengalaman atas kecerobohannya dulu dan pengetahuan akan begitu buruknya fitnah seorang wanita bagi pria telah memberikan banyak pelajaran berarti padanya tentang pentingnya menjaga izzah seorang muslimah…

Afwan…
Ia tidak mengharapkan sedikit pun rasa kagum apalagi pujian atas setiap ucapan yang keluar dari lisannya ataupun tulisan -yang atas izin Allah- keluar dari perasaan dan pikirannya…
Tidak… dan semoga tidak akan pernah… Insya Allah…

Jika pun itu terjadi…
Ia berharap engkau-lah saudara pertama yang mengingatkannya…
Jika pun kau terlupa mengingatkannya…
Maka ia akan berdoa semoga Allah mengampuni dirinya…
Wa kafaa billahi syahida…

***
Sungguh…
Mujahidah Farma bukanlah sosok yang luar biasa…
Ia tidak memiliki kelebihan apa-apa…
Sebab kelebihan-kelebihan yang tampak olehmu hanyalah titipan Allah semata…
Ia hanya 1 dari jutaan hamba yang belajar dan mencoba tuk menjadi seorang muslim generasi Rabbani…
Ia hanya 1 dari jutaan hamba yang belajar dan mencoba menyebarkan cahaya Risalah da’wah Rasullah berdasarkan manhaj Qur’an dan sunnah yang pernah ia dapati…
Ia hanya 1 dari jutaan hamba yang belajar dan mencoba tuk menjadi pengingat bagi saudara lainnya dalam mengemban amanah di jalan ini…
Ia hanya 1 dari jutaan hamba yang belajar dan mencoba tuk menjadi seorang mujahidah sejati…

***

Sungguh…
Sangat tidak pantas rasa kagum atau pun pujian kau lemparkan pada seorang mujahidah farma…
Padahal boleh jadi kau lebih shaleh dan lebih tangguh darinya…
Padahal rasa kagum itu muncul karena Allah sedang menutupkan aib-aib-nya di hadapan hamba-hamba-Nya…
Padahal kau tahu bahwa tiada manusia yang sempurna…
Padahal kau tahu bahwa kesempurnaan itu hanya milik-Nya…
Padahal kau tahu bahwa setiap kebenaran itu bukan berasal darinya melainkan dari sisi Allah semata…

Sungguh…
Ketahuilah…
Ungkapan kagum dan pujianmu padanya adalah beban berat baginya…
Tegakah kau membebaninya dengan pujian yang seharusnya bukan untuknya ???

Jika kau benar-benar saudaranya…
Maka kumohon…
Jangan ulangi lagi perlakuanmu itu padanya…
Jangan kau jadikan ia sebagai sebab kemaksiatan berujung dosa akibat perasaan berlebihan di hatimu padanya…
Jangan kau jadikan ia sebagai sebab rusaknya niatmu akibat mengharap ridha dari selain-Nya…

***


Sebab boleh jadi maksiat-maksiat kecil kita-lah penyebab utama tertahannya cahaya Islam ini sampai kepada mad’u-mad’u kita…

Sebab boleh jadi kotornya hati kita-lah penyebab utama terkikisnya sedikit demi sedikit ilmu penopang bangunan da’wah kita…

Sebab boleh jadi niat-niat halus kita mengharapkan perhatian dan pujian selain ridha Allah-lah penyebab utama melemahnya barisan kita…

Sebab boleh jadi sifat cinta dunia dan kagum kita pada makhluk-Nya melebihi kecintaan dan kekaguman kita pada Allah-lah penyebab utama kegagalan demi kegagalan agenda da’wah kita…

Sebab boleh jadi lalainya kita dalam menjaga ma’nawiyah kita-lah penyebab utama lambatnya kejayaan Islam ini mencapai puncaknya…

***

Sungguh…
Demi Allah…

Biarkanlah cahaya Ad Dinul Islam ini memancarkan cahayanya yang suci hingga ke seluruh penjuru dunia…
Sebab para pengembannya mampu menjaga izzah (kemuliaan) dirinya…

Biarkanlah cahaya Ad Dinul Islam ini memancarkan cahayanya yang suci hingga ke seluruh penjuru dunia…
Sebab para pengembannya selalu menjaga kebersihan hatinya…

Biarkanlah cahaya Ad Dinul Islam ini memancarkan cahayanya yang suci hingga ke seluruh penjuru dunia…
Sebab para pengembannya selalu menempatkan cinta kepada Allah di atas segala-galanya…

Biarkanlah cahaya Ad Dinul Islam ini memancarkan cahayanya yang suci hingga ke seluruh penjuru dunia…
Sebab para pengembannya lebih takut pada azab Allah dibanding kesenangan semu akibat sanjungan orang lain atas dirinya…

Biarkanlah cahaya Ad Dinul Islam ini memancarkan cahayanya yang suci hingga ke seluruh penjuru dunia…
Sebab para pengembannya selalu tawadhu’ dan saling mendahulukan kebaikan untuk saudaranya…

Biarkanlah cahaya Ad Dinul Islam ini memancarkan cahayanya yang suci hingga ke seluruh penjuru dunia…
Sebab para pengembannya tak pernah mengharapkan pujian dan pamrih dari apa dan siapa pun melainkan ridha Allah semata…

Biarkanlah cahaya Ad Dinul Islam ini memancarkan cahayanya yang suci hingga ke seluruh penjuru dunia…
Sebab para pengembannya rela menukarkan nyawanya dibanding membiarkan harga diri Ad Din-nya dianiaya…

Biarkanlah cahaya Ad Dinul Islam ini memancarkan cahayanya yang suci hingga ke seluruh penjuru dunia…
Sebab para pengembannya mewarisi semangat jihad setinggi Rasulullah dan para sahabat dan sahabiyahnya…

***

Saudaraku…
Tidakkah kita rindu pada suatu masa…
Dimana Islam berdiri tegak dan kokoh di seluruh penjuru negeri…
Dimana seluruh negeri dipimpin seorang alim, kuat, dan dicintai Allah sebagaimana kepemimpinan Rasulullah dan para sahabat setelahnya…
Dimana kesejahteraan dinikmati oleh seluruh ummat sebagaimana masa khalifah Umar bin Abdul Azis…
Dimana peradaban Islam menguasai berabad-abad peradaban dunia tanpa menzhalimi umat beragama lainnya…

Saudaraku yang sungguh kucintai karena Allah…
Tidakkah kita rindu pada suatu masa…
Dimana setiap kita menjadi sosok jiwa-jiwa syurga…
Dimana kita dikumpulkan dalam sebuah majelis bersama para syuhada di jannah-Nya…
Dimana kita bertemu dengan generasi pertama pengemban risalah da’wah ilallah yang tak pernah letih meniti jalan-Nya hingga peroleh gelar syuhada…
Dimana kita bertemu dan menatap senyum di wajah Rasulullah saw dan beliau pun mengenali kita sebagai pewaris risalahnya…
Dimana kita dinanti-nantikan oleh Rasulullah di sebuah telaga yang diperuntukkan hanya bagi orang-orang beriman…
Dimana kita akan bertemu Rabbul Izzati yang selama di dunia meskipun setiap detik kita bermaksiat namun Dia tetap melimpahkan nikmat tak terhingga disebabkan teramat besarnya kasih sayang-Nya pada kita…

***

Saudaraku…
Sungguh…
Rindu itu akan terbayarkan bagi hamba-hamba Allah yang benar manhajnya dan lurus fikrahnya…
Rindu itu akan terbayarkan bagi hamba-hamba Allah yang berjihad dengan sebenar-benarnya jihad…
Rindu itu akan terbayarkan bagi hamba-hamba Allah yang yakin akan janji-Nya…
Dan terlebih…
Rindu itu akan terbayarkan bagi hamba-hamba Allah yang senantiasa menjaga kesucian hatinya…

***
Saat ini…
Di bumi tempat kita berpijak…
Kita sedang melangkah tuk mencapai tangga demi tangga…
menuju puncak kejayaan Islam…



Yakinlah…
Bahwa…
Kebenaran manhaj dan fikrah kita…
Ketangguhan jasad kita…
Kekuatan semangat jihad kita…
Keyakinan akan janji Allah pada kita…
Dan terlebih Kebersihan hati kita…

InsyaAllah akan mengantarkan kita menuju puncak kejayaan Islam…
Dan pada akhirnya akan melepaskan kerinduan pada janji Allah yang akan pasti…
Yaitu syurga Allah yang telah menanti…


***
Saudaraku…
Jagalah saudarimu ini…
Sebab saudarimu ini pun akan selalu berusaha menjagamu…
Sebab tugas kita -seorang muslim- adalah saling menjaga antara satu dan lainnya…

***
“ Ya Allah, ampunilah aku atas apa yang tidak mereka ketahui, janganlah Engkau menyiksaku karena apa yang mereka ucapkan, dan jadikanlah aku lebih baik dari apa yang mereka perkirakan…”
(Doa Ali ra)

3 komentar:

merahterangbintang mengatakan...

Mantabs...

Muhammad Ali sofa mengatakan...

sungguh,ucapmu ini meninggikan iman ku yang mengharapkan Alloh mengirim wanita sepeeti mu untuk ku.

Muhammad Ali sofa mengatakan...

Allohu akbar...kau adalah cahaya untuk seorang ikhwan,namun kau tetaplah seorang ukhti yang lemah.

Template Design by SkinCorner