Kamis, 30 Oktober 2008

UKHUWAH ITU INDAH YA, UKH...


”Sesungguhnya di sekitar Arsy terdapat mimbar-mimbar dari cahaya, yang di atasnya terdapat suatu kaum yang menggunakan pakaian cahaya. Wajah mereka bercahaya, dan mereka itu bukan nabi juga bukan para syuhada. Akan tetapi para nabi dan syuhada tertegun (merasa iri) kepada mereka sehingga berkata, ’Hai Rasulullah, tolong beritahu siapa gerangan mereka itu?’ Beliau menjawab: ’Mereka adalah orang yang menjalin cinta karena Allah, dan saling bermajelis (duduk memikirkan sesuatu) karena Allah, dan saling mengunjungi karena Allah semata.”
(HR Nasa’i)

***

Ukhuwah itu memang indah... bahkan sangaat indah.... Jabat tangan dan peluk erat berbalut hangatnya salam menghiasi saat bersua dan diikuti bergugurannya dosa-dosa.... Wajah-wahah nan penuh pancaran senyum tersorot kala berjumpa walau tak saling kenal... Keresahan dan empati yang tumbuh di setiap diri ketika ada yang sakit.... Bantuan demi bantuan berduyun-duyun datang ketika ada yang tertimpa musibah.... Saling mengingatkan ketika ada yang hampir ”jatuh ke jurang” maksiat... Bermajelis bersama dimana salah seorang berbagi mutiara nasehat kemudian yang lain berderai air mata menimba hikmah.... Sungguh manis rasanya....

”Tidak ada dua orang mukmin yang berjumpa lalu berjabat tangan melainkan keduanya diampuni dosanya sebelum berpisah”
(HR Abu Daud dari Barra’)

”Janganlah engkau meremehkan kebaikan (apa saja yang datang dari saudaramu), dan jika kamu berjumpa dengan saudaramu maka berikan dia senyum kegembiraan”
(HR Muslim)

Hari ini ana ingin sekali lagi berbagi pengalaman indah, begitu pula esok... sebagaimana pula ana tak ’kan bosan menggayung hikmah dari pengalaman-pengalaman indah saudara-saudara ana, sebab bukankah ”kisah hidup manusia itu adalah hikmah yang berserakan... maka kumpulkanlah ia” ??

***

Mengapa saat ini ana berada di jalan ini? Sederhana mulanya. Ukhuwahlah pintu gerbangnya. Sejak SMU, pesona ukhuwah telah mengikat erat hati ana di jalan ini.... Ketika ana hampir ”jatuh” di masa peralihan pada awal mengenal dunia kampus, pesona ukhuwah kembali menarik ana ke jalan ini.... Ketika langkah ana kian terseok meniti jalan ini, pesona ukhuwah kembali menguatkan ikatannya di hati ana, dengan ”simpul mati” bahkan....

***

Pernah, ketika ana masih agak culun di dunia kampus. Murobbiyah (MR) ana mengajak ke sebuah kegiatan ”16”, tepatnya acara Launching Deklarasi Kembali ”16”, di Lapangan Mattoangin Makassar waktu itu. Ratusan orang dan kibaran bendera-bendera ”16” memenuhi lapangan... sangat rapi barisannya, ikhwan dan akhowat dipisahkan beberapa meter dengan pagar betis barisan dengan slayer warna orange... Satu hal yang sangat mengesankan bagi ana, ketika kami baru saja tiba di kumpulan akhowat, murobbiyah ana langsung mempromosikan ana ke akhowat2 yang hadir di sana, ”Kenalkan semuanya...ini adik ana dari Farmasi..Mita namanya!!” Satu persatu dari mereka melemparkan senyum dengan begitu ramahnya sembari menyalami dan memeluk erat tubuh ana yang kecil... pelukan hangat mereka begitu terasa hingga ke hati... dan ternyata itu semua bukan basa basi semata sebab sejak itu, mereka begitu mengenali ana... Selalu menyapa meski dari kejauhan... selalu menanyakan kabar ana ketika bertemu di setiap kegiatan... Menitipkan salam lewat MR bila ana tak sempat hadir... Bahkan seolah mereka tahu banyak tentang ana, entah dari mana mereka menghapalnya...

Pernah pula, di masa ana berada di semester sibuk (semester 3) dengan 6 jenis praktikum harus dilalui setiap pekannya, pengalaman mengesankan akan pesona ukhuwah kembali ana rasakan. Ketika itu, jangankan untuk mengurus cucian atau memasak, makan pun hampir-hampir tak sempat... tidur pun maksimal 2 jam perhari... bahkan lebih sering tak tidur untuk sebatas mengerjakan tugas-tugas dan laporan praktikum yang tak pernah absen setiap hari, itu pun tak pernah bisa selesai di asrama sehingga harus dibawa lagi ke kampus untuk dilanjutkan... (di kesempatan lain ana akan berbagi suka duka kuliah di Farmasi ^_^). Sampai pada pertengahan semester, kesehatan ana drop, mendadak ana terkena demam, setelah di check up ke dokter ternyata gejala thypus. Walhasil tugas dan laporan ana harus bertumpuk...padahal meskipun izin sakit, laporan harus tetap masuk ke asisten... Apalagi ana baru pindah ke asrama putri (Ramsis Unhas) yang saat itu masih berlaku masa orientasi bagi para penghuni baru... Ketika itu tubuh ana begitu berat digerakkan. Ana sempat berpikir ”Bagaimana ana akan mengurus diri ana?? Untuk memasak makanan pun sukar sebab kamar ana terletak di lantai 3, di ujung pula...”. Spontan ana mengingat sesuatu... ”Mama...!!!”. Namun ana belum punya HP waktu itu, jadi hanya bisa menangis sendiri. (^_^ cengeng ya...). Tapi ternyata, tak sampai beberapa jam, informasi bahwa ana sakit telah sampai ke para akhowat. Dalam hitungan menit, mereka telah memenuhi kamar ana... ada yang datang sendiri dari ngampus, ada pula yang datang secara berkelompok... ”Wah..., seolah sakit ana langsung sembuh melihat kedatangan mereka...!!!”. Beberapa langsung sibuk memasakkan bubur buat ana... ada yang memijat-mijat badan ana karena menurutnya mungkin ana kelelahan... (mantap banget pijatannya lho...), dan beberapa teman asrama rela begadang demi membantu mengerjakan laporan-laporan praktikum ana, dengan beberapa arahan dari ana tentunya sebab sebagian besar mereka berlatar belakang non-sience... Bahagia sekali rasanya.... Tak sampai 3 hari, demam ana telah turun sebab mereka begitu rajin mengurus ana dan mengingatkan ana untuk mengkonsumsi obat dari dokter. Bahkan mereka tak lantas meninggalkan ana setelah sembuh, melainkan tetap membantu hingga sepekan lamanya... Sekali lagi pesona ukhuwah mengikat hati ana...



Awalnya ana berpikir, kejadian-kejadian romantis semacam itu hanya akan ana rasakan ketika ana masih sebagai ”orang yang dikejar-kejar” untuk nantinya turut bersama mereka mengarungi lautan da’wah... Namun ternyata anggapan ana itu salah... Pesona akan jalinan ukhuwah itu masih ana rasakan hingga kini....

***

Pesona ukhuwah sungguh luar biasa. Ia tak terbatas waktu dan jarak sekalipun jua. Sebab ia bukan hanya dari pesona wajah ataupun kata-kata melainkan lebih dalam... yaitu ikatan rasa. Bahkan antara dua orang yang tak pernah bersua, ia tetap mengikatkan pesonanya.

***

Awal Oktober 2006 lalu ana mudik untuk lebaran ke Samarinda. Namun bukan hanya niat mudik yang ana bawa melainkan PR da’wah juga harus ana kerjakan di sana (kayak anak SD ajha...). Ana diberi tugas hunting file-file FSLDK dari ikhwah Kaltim karena saat itu ana sudah taken kontrak sebagai salah seorang SC FSLDKD Sulsel-Sulbar. Padahal link ana di kalangan ikhwah Samarinda baru sampai level DPC... itupun orang-orangnya sudah tidak mengurus kampus lagi (level orang tua gitu...). Di kampus pun, ana ”mainnya” di KAMMI dan PLC-Unhas (partai kampus) jadi tidak terlalu connect dengan permasalahan LDK. Apalagi sejak 2003 hingga 2005 kemarin LDK ikhwah belum terlalu hidup di kampus merah ana. But at least, ana masih menyimpan nomor ponsel salah seorang ikhwah yang masih aktif bergelut di kampus Unmul. Kebetulan beliau yang menghandle mentoring adik ana yang masih SMP di Samarinda. Paling tidak masih ada harapan untuk bisa menyelesaikan PR yang ana bawa.


Serangan via sms pun mulai ana lancarkan ke nomor ponsel tersebut (maklum masih berstatus mahasiswa... masih disuplai subsidi dari orang tua...). Rupanya serangan ana memang mantap... selang beberapa menit, lantunan nada ”Jagalah Hati” keluar dari ponsel ana dan muncul tulisan”1 message received”, serangan balasan masuk ke ponsel ana. Ternyata beliau pun tak tahu akan menghubungkan ana ke mana... namun tetap saja beliau berjanji mencarikannya untuk ana... Tak sampai 1 jam kemudian, ana telah dihubungkan dengan nomor Pak Ketua Puskomda Kaltim. Setelah beberapa kali diinterogasi dengan beberapa pertanyaan mengenai asal LDK ana, akhirnya Pak Ketua memberikan nomor ponsel Bu Ketua Jarmusda Kaltim sebab file-file yang ana butuhkan ternyata ada pada beliau... Alhamdulillah... Tampaknya titik terang bahwa PR ana akan terselesaikan sudah mulai dekat... Ana pun kembali melakukan serangan dengan sasaran yang berbeda, yaitu Bu Ketua Jarmusda kaltim. Namun rupanya serangan balik Ukh Safina juga tak kalah mantapnya... membuat hati ana rontok membacanya... Sambutannya begitu hangat... meskipun tak pernah saling kenal sebelumnya, kesediaannya untuk membantu tak tanggung-tanggung.... Bahagia dan haru bercampur aduk rasanya...

Setelah beberapa kali membuat janji, akhirnya kami pun dipertemukan atas izin Allah... Saat itu ana ditemani adik tersayang berkunjung ke rumah Ukh Safina. Meskipun sempat nyasar, namun atas petunjuk jalan dari Ukh Fina lewat sms, akhirnya kami pun menemukan rumah beliau. Ditemani hidangan minuman dan kue lebaran, kami pun ngobrol dan diskusi singkat tentang perkembangan da’wah di Kaltim dan Sulsel. Beliau sangat ramah... dengan bahasanya yang lembut ia memaparkan kondisi da’wah di Kaltim. Atas bantuannya, PR ana akhirnya terselesaikan... (Jazakillahu khair ya Ukh...!!).


”Siapa yang meringankan beban penderitaan seorang mukmin di dunia pasti Allah akan meringankan beban penderitaan di akhirat kelak. Siapa yang memudahkan orang yang dalam keadaan susah pasti Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat... Dan Allah akan selalu menolong hamba-Nya jika hamba tersebut menolong saudara-Nya”
(HR Muslim)

Hingga saat ini, kami baru berjumpa sekali itu... Namun pesona ukhuwah masih berbekas di hati ana. Jalinan indah itu tetap bertaut meskipun hanya lewat sms-sms taujih untuk saling menguatkan di jalan ini. Dan tali ukhuwah semacam itu kini telah mengikatkan hati ana dengan beberapa akhowat lainnya di Kaltim dan Jawa yang meskipun tak pernah bersua namun begitu dalam terasa... Atau bahkan saat ini tautan pesona itu sedang bersemi pula dengan ukhtifillah yang membaca tulisan ini, mungkin saja.... Sebab ”ruh orang-orang beriman saling merindukan dan ruh-ruh mereka disatukan dalan cinta-Nya”, bukan??

***

”Allah berfirman pada hari kiamat: ’Di mana orang-orang yang menjalin rasa cinta karena Aku?’ Hari ini pada saat tidak ada lagi naungan apa pun kecuali naungan-Ku. Ada sebanyak 7 kelompok dari mereka itu yang mendapat perlindungan-Nya saja. Sebagaimana diriwayatkan Asy-Syaikhani bahwa diantara yang 7 kelompok itu adalah dua orang yang menjalin cinta karena Allah, berkumpul karena allah, dan berpisah karena Allah juga”
(HR Ibnu Hibban dan Hakim dari Anas r..)

***

Pesona ukhuwah selamanya indah, Ukh...
Maka jangan pernah lepaskan ikatannya...
Maka jangan lepaskan ana dalam setiap doa Rabithahmu...
Biarkan hati kita terus bertaut hingga peroleh naungan di hari tak ada naungan lagi selain naungan-Nya...
Biarkan ruh kita saling merindu karena-Nya...
Hingga kita dihimpunkan dalam kebaikan dunia & syurga-Nya...
Hingga mimbar-mimbar dari cahaya itu benar-benar nyata untuk kita...



By : mitha_farma
11.40 wita, 7 Feb.’07
@Ruang Tengah My Lovely Aspuri
Diiringi Lantunan Nasyid “Untukmu Syuhada” By Izzatul Islam
Ditemani K’Rita yang lagi nonton TV dan ‘gak sabar minta dimasakin sayur tumis kangkung.


1 komentar:

LeNi EcHiZeN mengatakan...

subhanallahh,,
kisah yang menarik ukhti,,.
ana pun merasakan "pesona ukhuwah" itu...

salam kenal yaa..
ana LeNi, akhwat Samarinda...

Template Design by SkinCorner