Selasa, 27 Januari 2009

Pemuda itu...


“Nasehat untuk istriku :

Ketahuilah…
Bahwa di balik istri sholehah yang tangguh, ada suami sholeh yang senantiasa mendukungnya… Begitu pun sebaliknya…
Saat engkau tunaikan kewajibanmu… niscaya engkau akan mendapatkan hakmu sepenuhnya…
Tidak ada larangan bagimu beraktivitas…
Tapi jangan lupakan tugas utamamu sebagai seorang istri dan ibu bagi anak-anakmu kelak…
Perhitungkan dengan cermat…
Jadilah pemimpin bagi kaummu…
Layani mereka…
Tapi tetaplah menjadi yang terbaik bagi keluargamu di mata mereka…

Maha besar Allah… yang telah menjadikan syurga di bawah telapak kaki ibu…
Sebaik-baik perhiasan dunia, menjadikan wanita sebagai syarat baiknya sebuah Negara…
Ana uhibbukifillah, istriku sayang…”

(sms untuk mujahidah farma)



***

Dialah pemuda tampan itu…
Ia tampan di mataku bukan karena fisiknya…
Melainkan karena wajahnya selalu memancarkan aura keindahan…

Ia menjadi tampan di mataku…
Sebab wajahnya tak pernah kering dari kesucian wudhu…

Ia menjadi tampan di mataku…
Sebab ia tak melupakan qiyamul lail sebagai penghias malamnya…
Ia menjadi tampan di mataku…
Sebab dari kedua matanya selalu mengalir air mata taubat di sepertiga malamnya…
Ia menjadi tampan di mataku…
Sebab lisannya selalu basah dengan dzikir dan tilawah Qur’annya…
Ia menjadi tampan di mataku…
Sebab gadhul basyar selalu menjadi penjaga pandangannya…
Semakin kupandang…
Semakin kuat aura keindahannya memikat hatiku…
Semakin kuselami hatinya…
Semakin kagumlah diri ini padanya…
Semoga Allah selalu menjaga, mengistiqomahkan, dan memberkahi pemuda itu…

Yaa Rabb…
Amalan apakah yang telah kuperbuat di masa lalu…
Hingga Engkau berkenan merahmatiku dengan memberi kesempatan padaku tuk menjadi pendamping hidup pemuda shaleh dan penuh berkah itu…
Yang selalu mengajarkanku tentang makna perjuangan, pengorbanan, dan kesabaran…

Yaa Rabb…
Amalan apakah yang telah kuperbuat di masa lalu…
Hingga Engkau berkenan merahmatiku dengan memberi kesempatan padaku tuk menjadi pendamping hidup pemuda shaleh dan penuh berkah itu…
Yang dari diamnya pun mengajarkanku tentang begitu banyak pelajaran akan kebesaranMu…

Yaa Rabb…
Amalan apakah yang telah kuperbuat di masa lalu…
Hingga Engkau berkenan merahmatiku dengan memberi kesempatan padaku tuk menjadi pendamping hidup pemuda shaleh dan penuh berkah itu…
Yang selalu menjadi penyemangat dalam lemahku dan pengingat dalam lalaiku…

Yaa Rabb…
Amalan apakah yang telah kuperbuat di masa lalu…
Hingga Engkau berkenan merahmatiku dengan memberi kesempatan padaku tuk menjadi pendamping hidup pemuda shaleh dan penuh berkah itu…
Yang selalu menjadi penyebab segala keberhasilanku dan pendukung bahkan penguat dalam mengemban amanah-amanahku…

Yaa Rabb…
Amalan apakah yang telah kuperbuat di masa lalu…
Hingga Engkau berkenan merahmatiku dengan memberi kesempatan padaku tuk menjadi pendamping hidup pemuda shaleh dan penuh berkah itu…
Yang selalu menjadi qiyadah sekaligus murabbi bagi seorang wanita biasa sepertiku…

Yaa Rabb…
Aku bersaksi bahwa tidak ada manusia yang paling kucintai di dunia setelah Rasulullah kecuali dia, suamiku tercinta…

Ya Rabb…
Izinkanlah diri ini menjadi seorang mujahidah yang selalu setia mendampingi mujahid itu selama hidupnya di dunia…
Akan tetapi yaa Rabb…
Izinkanlah pula diri ini menjadi salah satu bidadari yang mendampingi hamba shaleh yang Engkau cintai itu di syurgaMu kelak, selamanya…



***



Spesial untuk suamiku tercinta :
Yakinlah… Bahwa selama kau pergi, mujahidahmu ini insyaAllah mampu menjaga diri dan amanah darimu…
Namun jangan lupakan misi yang telah kita targetkan…
“Sekali layar terkembang… pantang biduk surut ke belakang…”

Be the best in everything…

Keep HAMASAH !!!

Tidak ada komentar:

Template Design by SkinCorner