Selasa, 04 Oktober 2011

Kualitas Diri



Apakah kita berpikir…

Akan bisa tegak berdiri di hadapan Allah di yaumil akhir kelak…

Sebab hebatnya retorika di hadapan manusia…

Sedang jumlah kata sia-sia yang keluar dari lisan di setiap detiknya lebih banyak dari dzikrullah??


Apakah kita berpikir…

Akan bisa tegak berdiri di hadapan Allah di yaumil akhir kelak…

Sebab telah menjadi orang ternama…

Sedang mata masih lebih banyak digunakan memandang hal yang sia-sia bahkan berbuah dosa??


Apakah kita berpikir…

Akan bisa tegak berdiri di hadapan Allah di yaumil akhir kelak…

Sebab punya kelas/jabatan dan banyak harta…

Sedang diri masih sering “lalai” di setiap pertemuan dengan Allah dalam shalat oleh urusan dunia??


Apakah kita berpikir…

Akan bisa tegak berdiri di hadapan Allah di yaumil akhir kelak…

Sebab merasa telah banyak beramal…

Sedang hati masih berbunga menyimpan segumpal ujub dan riya??


Apakah kita berpikir…

Akan bisa tegak berdiri di hadapan Allah di yaumil akhir kelak…

Sebab telah menunaikan separuh agama membentuk sebuah keluarga…

Sedang hak-hak suami/isteri/anak/tetangga terlebih hak-hak Allah masih sering diabaikan dan terlupa??


Apakah kita berpikir…

Akan bisa tegak berdiri di hadapan Allah di yaumil akhir kelak…

Sebab merasa telah luas pergaulan dalam berbagai tingkat kehidupan masyarakat…

Sedang adab-adab dan batasan syar’I masih sering dilanggar dan disepelekan dosanya??


Apakah kita berpikir…

Akan bisa tegak berdiri di hadapan Allah di yaumil akhir kelak…

Tanpa rasa malu di hadapanNya…

Sedang tak satu pun amal unggulan yang dapat kita andalkan di hadapanNya??


***


Mengapa kita begitu angkuh berjalan di muka bumi…

Padahal tak satu pun bagian diri merupakan hak milik pribadi…


Mengapa kita begitu sombong akan berbagai kelebihan diri kita…

Padahal semua dapat ditarikNya kapan saja…


Mengapa kita begitu susah berempati terhadap sesama…

Padahal musibah dapat menemui kita kapan dan dimanapun jua…


Mengapa kita begitu susah memaafkan dan hilangkan rasa`benci pada sesama…

Padahal masih lebih banyak alpa diri yang diampuni olehNya…


Mengapa kita begitu susah menebarkan jalinan ukhuwah dengan sekadar wajah ceria, salam erat dan pelukan hangat terhadap saudara…

Padahal kehangatan itu adalah penguat ta’liful qulub kita…


Mengapa??


***


Demi Allah…

Zaman boleh berganti…

Namun jangan pernah biarkan dunia dan isinya membeli prinsip dan izzah diri…

Jangan pernah biarkan tawadhu’ terkikis oleh ujub, riya dan benci…

Jangan pernah biarkan diri dan siapapun juga menggoyahkan dan mengoyak batasan syar’i dan hijab hati yang sejak dulu telah kita sepakati…

Jangan pernah biarkan ukhuwah kita meredup dan kemudian mati…


***


Demi Allah…

Hidup hanya sebentar…

Hanya sebentar…

Tak bisakah kita jaga prinsip dan izzah kita di waktu yang sebentar ini??

Bukankah segala nikmat hari ini tak kan kekal??

Tak bisakan kita berikan kualitas diri dan kontribusi terbaik bagi peradaban ini??


Bukan…

Bukan untuk Allah…

Sebab Allah tak butuh apapun dari kita…

Melainkan untuk diri kita sendiri…

Dan demi cita-cita peradaban kita yang begitu menjulang tinggi…

Berharap kelak terus dikuatkan dari generasi ke generasi…


Laiknya para shahabiyah yang rela menyobekkan kain-kain gorden mereka ketika ayat tentang hijab pertama kali diturunkan…

Laiknya keteguhan Yusuf menjaga izzah dan cintanya pada Allah yang tak tergoyahkan…

Laiknya keteguhan prinsip Bilal yang tak terpatahkan oleh siksa dunia…

Laiknya ketawadhu’an, terlebih kesempurnaan akhlaq Rasulullah nan mempesona…


***


Bertanyalah…

Bertanyalah pada diri kita…

Prinsip apa yang telah terkikis dari diri kita hari ini…

‘Amal mana yang telah memudar dan hilang dari diri kita hari ini…


Dan bertanyalah…

Kelemahan apa yang telah menggurita dan meninabobokan diri kita hari ini…

Penyakit hati jenis apa yang mulai membenih dalam diri kita hari ini…

Kenikmatan apa yang telah melalaikan hati kita hari ini…


Sekali lagi…

Zaman boleh berganti…

Namun jangan pernah biarkan dunia dan isinya membeli prinsip dan izzah diri…

Jangan pernah biarkan tawadhu’ terkikis oleh ujub, riya dan benci…

Jangan pernah biarkan diri dan siapapun juga menggoyahkan dan mengoyak batasan syar’i dan hijab hati yang sejak dulu telah kita sepakati…

Jangan pernah biarkan ukhuwah kita meredup dan kemudian mati…


Tanyakanlah pada diri kita…

Kemudian jawablah dengan perbaikan kualitas diri dan amal nyata tanpa jeda…


***


Temukan potensimu…

Lejitkan ia…

Lalu melangkahlah tanpa ragu…

Hingga syahid menjemputmu…

Salam JIHAD!!! (mf)

1 komentar:

Outbound di Malang mengatakan...

Kunci keberhasilan adalah menanamkan kebiasaan sepanjang hidup Anda untuk melakukan hal - hal yang Anda takuti.
tetap semangat tinggi untuk jalani hari ini ya gan ! ditunggu kunjungannya :D

Template Design by SkinCorner